Ahmad Riza Patria Jadi Wagub DKI Jakarta

Ahmad Riza Patria Jadi Wagub DKI Jakarta

Ahmad Riza Patria Jadi Wagub DKI Jakarta

Ahmad Riza Patria Jadi Wagub DKI Jakarta – DPRD DKI Jakarta memilih Ahmad Riza Patria sebagai wakil Gubernur DKI Jakarta. Kader Partai Gerindra ini akan mendampingi Anies Baswedan hingga sisa periode jabatan yang akan berakhir pada 2022.

Dalam proses pemilihan yang berjalan tertutup di Gedung DPRD DKI, Senin, 6 April 2020, Ahmad Riza mengantongi 81 jumlah suara dari anggota. Ia unggul dari lawannya, Nurmansjah Lubis, yang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera. Nurmansjah mendapat 17 jumlah suara dari anggota dewan. Sedangkan dua suara dinyatakan tidak sah.

Ahmad Riza Patria terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta selepas lingkungan Sandiaga Uno. Riza Patria memiliki harta kekayaan senilai Rp 19 miliar.

Riza memiliki empat bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Tangerang senilai Rp 17,2 miliar. Selain itu, Riza tercatat memiliki tiga unit mobil masing-masing Toyota Vellfire, Honda Freed, dan Toyota Innova dengan total nilai Rp 805 juta.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK yang dilihat detikcom, Senin (6/4/2020), Riza terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 20 Februari 2020. LHKPN itu dilaporkan saat Riza masih menjabat anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

Riza juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 283 juta, kemudian kas atau setara kas senilai Rp 436 juta. Tak hanya itu, Riza juga tercatat memiliki harta lain dengan nilai Rp 330 juta.

Diketahui sebelumnya, dalam pemilihan di DPRD DKI Jakarta, Riza Patria dari Partai Gerindra memperoleh suara terbanyak dengan 81 suara. Sedangkan lawannya, Nurmansjah Lubis, mendapatkan 17 suara. Selain itu, ada dua suara tidak sah.

DPRD DKI Jakarta memutuskan tetap menggelar sidang paripurna dengan agenda Pemilihan Wagub DKI Jakarta di tengah wabah Corona. Dalam sidang paripurna dewan memutuskan jumlah suara pemilihan wakil gubernur sebanyak 100 orang dari total 106 anggota DPRD .

Kursi wakil gubernur Jakarta sudah satu tahun lebih kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno pada Agustus 2018. Sandiaga mundur untuk bertarung di Pemilihan Umum Presiden 2019 mendampingi Prabowo Subianto. Sejak saat itu Anies Baswedan tak memiliki pendamping.

Sidang paripurna DPRD DKI sebelumnya mendapat kecaman karena mengumpulkan banyak orang dan digelar di tengah wabah Corona. Namun dewan bergeming dan memilih menjalankan pemilihan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Anggota Panitia Pemilihan ( aplikasi idnplay 88 ) Wagub DKI, Andyka, punya alasan kuat pemilihan Wagub harus tetap berjalan. Menurut dia, Gubernur DKI Anies Baswedan membutuhkan pendamping untuk bekerja di tengah wabah ini.

“Di tengah situasi ini, ada bupati dan wali kota yang meninggal. Kami tidak berpikir yang negatif, tapi gubernur kan sudah capek mengerjakan sendiri,” kata Andyka.