Apakah Impian Sains Ini Dapat Terwujud di Masa Depan?

Apakah Impian Sains Ini Dapat Terwujud di Masa Depan?

Apakah Impian Sains Ini Dapat Terwujud di Masa Depan?

Apakah Impian Sains Ini Dapat Terwujud di Masa Depan?, – Sains dan segala karya-karyanya sudah terbukti menjadi salah satu kebutuhan umat manusia. Mulai dari penemuan ilmiah, teknologi, medis, hingga pengetahuan manusia akan segala hal yang sebelumnya menjadi misteri, menjadi fondasi yang digunakan oleh manusia dalam beradaptasi dari masa ke masa.

Ada beberapa impian atau cita-cita sains yang saat ini masih hanya sebatas angan-angan semata. Bahkan, hal-hal tersebut dinilai tabu jika dibicarakan di tengah-tengah kalangan ilmuwan dan akademisi. Menurut kamu apa aja yang menjadi impian sains di masa depan? Kamu tentunya juga penasaran, bukan? Yuk, disimak!

Usia manusia yang jauh lebih panjang

Dunia medis di masa yang akan datang juga pasti akan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satu impian dan cita-cita sains di dunia medis adalah memperpanjang usia atau harapan hidup dari manusia. Menurut studi yang ditulis dalam laman NCBI, saat ini usia dan harapan hidup manusia mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kehidupan manusia zaman dulu.

Di masa depan, teknologi medis yang dapat memperpanjang usia manusia dimungkinkan untuk ada. Teknologi canggih di masa yang akan datang diprediksi mampu memodifikasi gen dan DNA manusia yang berkaitan dengan harapan hidup, seperti gen penyakit, kekebalan tubuh, dan lain sebagainya. Mungkin aja gabungan sel manusia dengan teknologi robot juga bisa dilakukan di masa depan.

Namun, tentu aja saat ini teknologi tersebut masih dianggap hanya sebatas pada sci fi. Pasalnya, tidak ada satu pun teknologi medis saat ini yang dapat membuat usia manusia menjadi lebih panjang dari usia normalnya. Secara umum, menjaga kesehatan dan pola hidup adalah salah satu cara untuk memperpanjang usia dan harapan hidup manusia.

Adanya keberadaan teleportasi

Kalau kamu melihat film-film futuristik, pastinya kamu juga mengenal dengan sistem teleportasi. Ya, teleportasi secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang dapat memindahkan seseorang dari satu titik ke titik yang lain secara real time. Jangan salah, saat ini sistem teleportasi yang terdengar mustahil, sebetulnya bisa dilakukan pada batasan-batasan tertentu.

Laman sains Phys mencatat bahwa ilmuwan pernah berhasil melakukan sistem teleportasi kuantum tiga dimensi. Studi dan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan asal Australia dan Tiongkok ini diterbitkan dalam sebuah jurnal sains dunia berjudul Physical Review Letters. Mereka melakukan penelitian terhadap suatu foton (partikel terkecil dari cahaya) dan memindahkannya ke tempat yang sangat jauh pada waktu yang hampir bersamaan.

Pada praktik kuantum ini, mungkin di masa depan bisa dijadikan dasar teoritis untuk membuat sebuah mekanisme komputer yang dapat membuat program teleportasi bagi sebuah objek tertentu. Terdengar mustahil? Untuk saat ini memang mustahil. Namun, hasil studi ilmuwan mengenai hal ini dapat membuka peluang untuk diciptakannya teknologi teleportasi di masa depan. Apa kamu setuju?

Menjelajah alam semesta

Menjelajah tata surya, galaksi, dan segala sudut di alam semesta yang luasnya nyaris tanpa batas adalah salah satu impian manusia di bidang sains. Ya, mungkin harapan ini akan terdengar ambisius dan sedikit naif. Namun, faktanya, manusia pernah dan sedang mengirimkan dua wahana penjelajah antariksa yang saat ini masih aktif. Nama kedua wahana tersebut adalah Voyager 1 dan Voyager 2.

NASA menjelaskan bahwa kedua wahana tersebut diluncurkan pada 1977 silam. Saat ini, keduanya sedang berada di suatu zona ruang bintang, di mana zona tersebut adalah wilayah yang hampir keluar dari zona tata surya kita. Dengan dukungan baterai plutonium dan nuklir, kedua wahana tersebut diprediksi akan mampu mencapai zona di luar tata surya.

Namun, beberapa tahun ke depan sepertinya kita akan kehilangan kontak dengan keduanya. Pasalnya, baterai bertenaga nuklir hanya sanggup bertahan selama 45 – 50 tahun, sedangkan kedua wahana tersebut sudah berjalan selama lebih dari 42 tahun. Jika Voyager 1 dan 2 merupakan wahana antariksa tanpa awak, mungkin di masa depan manusia dapat menciptakan wahana penjelajah antariksa dengan awak.

Perlu diketahui bahwa sangat tidak mudah menciptakan wahana atau pesawat luar angkasa yang dapat menjelajah galaksi, apalagi alam semesta. Dibutuhkan kecepatan yang luar biasa cepat dan itu pun belum tentu bisa digunakan untuk menjelajah alam semesta secara masif. Cahaya dengan kecepatan 300 ribu km per detik aja membutuhkan waktu jutaan hingga miliaran tahun untuk bergerak di alam semesta pada objek yang saling berjauhan.

Namun, dengan segala hambatan dan keterbatasannya, tetap aja penjelajahan luar angkasa masih menjadi salah satu impian dan cita-cita dari sains. Apakah hal tersebut dapat terealisasi di masa depan, mungkin dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuktikannya. Untuk saat ini, ilmuwan dan astronom masih fokus pada tujuan eksplorasi ke Planet Mars, yang rencananya pada 2030 mendatang manusia sudah dapat dikirim ke sana.

Menjelajah waktu

Perjalanan menggunakan mesin waktu untuk saat ini hanyalah dianggap sebagai omong kosong yang konyol untuk diperdebatkan. Namun, kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi di masa depan, bukan? Seperti dicatat dalam laman sains Space, perjalanan waktu–secara teori–bisa aja dilakukan, namun secara praktik itu mustahil karena akan bersinggungan dengan hukum fisika.

5 Impian Sains yang Mungkin Dapat Terwujud di Masa Depan, Apa Saja?Perjalanan waktu, entah itu ke masa depan atau ke masa lalu, akan melibatkan kecepatan cahaya. Sedangkan, seperti yang kita tahu, manusia tidak dapat menciptakan wahana atau alat yang sanggup memiliki kecepatan layaknya cahaya, setidaknya sampai saat ini. Jika pun ada, maka manusia juga tak akan sanggup berada dalam kecepatan tersebut karena manusia akan hancur akibat massa manusia yang tak dapat bertoleransi dengan kecepatan cahaya tersebut.

Namun, bagaimana jika beberapa hukum fisika tersebut diabaikan atau dicurangi? Beberapa ilmuwan besar seperti Einstein dan Hawking pada dasarnya pun juga tidak pernah membantah bahwa perjalanan waktu itu bisa dilakukan oleh manusia. Bahkan, dengan teori-teori sains yang mereka kemukakan, justru membuka kesempatan bagi manusia untuk dapat menjelajah waktu, meskipun kemungkinannya sangat kecil.

Menghidupkan manusia yang sudah meninggal

Impian sains ini mungkin terdengar gila dan konyol, bahkan melawan takdir. Namun, jika memang sains boleh memimpikan sesuatu, mungkin membangkitkan manusia yang sudah meninggal adalah salah satu cita-cita terbesar bagi sains. Secara teoritis ada dua cara besar yang mungkin dapat dilakukan untuk melangkah pada cita-cita gila ini.

Pertama adalah dengan cara menjaga otak manusia yang telah meninggal untuk tetap aktif di dalam “wadah” yang baru. Seperti diberitakan dalam NBC News, beberapa ilmuwan dan akademisi telah meneliti bahwa modifikasi dan penggunaan sel-sel punca telah membawa harapan baru bagi orang-orang yang telah mengalami kematian otak. Mungkin jantung dan organ lainnya bisa digantikan dengan alat medis, namun khusus untuk otak masih akan sulit dihidupkan kembali.

Dengan teknologi yang ada di masa depan, ilmuwan mungkin dapat menghidupkan manusia yang telah meninggal melalui perpindahan otak ke tubuh yang baru. Secara fisik tentu aja orang tersebut berbeda, tapi secara memori orang tersebut tetap sama. Memodifikasi sel-sel otak dan menghidupkannya kembali adalah sebuah kemustahilan untuk saat ini. Namun kita tak akan pernah tahu tentang apa yang bisa dilakukan dunia medis di masa depan.

Kedua adalah dengan teknologi mengawetkan tubuh manusia. Misalkan seseorang ingin tetap hidup sampai ratusan tahun di masa depan, maka ia bisa menggunakan sebuah teknologi pengawet jasad manusia, di mana ia masih akan tetap dalam kondisi hidup untuk diaktifkan kembali sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Cara-cara tersebut tentu aja masih dianggap tabu untuk dibicarakan secara mendalam, bahkan di kalangan ilmuwan itu sendiri. Namun, sains tetaplah sains yang akan terus maju mengikuti zaman. Kita tidak akan pernah tahu secanggih apa teknologi sains yang ada pada ratusan atau ribuan tahun yang akan datang. Untuk saat ini, cukuplah kita berimajinasi.

Itulah beberapa impian dan cita-cita besar dalam dunia sains yang mungkin bisa diwujudkan di masa depan. Yang jelas, saat ini kita hanya bisa sebatas berimajinasi aja. Ya, kan?