Asus ROG Phone II

Asus ROG Phone II

Asus ROG Phone II Gaming Oke Kamera Lumayan

Asus ROG Phone II Gaming Oke Kamera Lumayan – Asus ROG Phone II menjadi ponsel yang paling ditunggu gamer di Indonesia. Ponsel gaming ini menjadi penyegar dahaga para gamer Indonesia setelah di ‘PHP’ (pemberi harapan palsu) oleh ROG Phone I yang tak jadi dijual di Indonesia.

Pada peluncuran ROG Phone II pada Desember 2019, Regional Director ASUS Southeast Asia, Jimmy Lin sesumbar kalau tidak ada ponsel pintar yang bisa menandingi ROG Phone II.

ROG Phone II memang disiapkan untuk gamer kelas sultan. Performa ROG Phone II hadir dengan performa kelas premium. ROG Phone II menggunakan penyimpanan internal UFS 3.0 dengan varian 256 GB dan 512GB. UFS (Universal Flash Storage) adalah memori yang dirancang khusus untuk smartphone dan kamera digital.

Penyimpanan ini lebih cepat dari eMMC, dengan konsumsi daya yang sama. Memori jenis ini biasa digunakan pada ponsel kelas high-end. Sementara kebanyakan ponsel masih menggunakan penyimpan eMMC.

Dengan UFC 3.0, Asus menyebut waktu pemuatan (loading) saat bermain game bisa berjalan lebih cepat. ROG Phone II hadir dengan dua varian RAM, yakni 8 GB dan 12 GB.

Daftar Indo Poker 99 menjajal game-game kelas berat seperti Injustice: God Among Us, VainGlory, Call of Duty Mobile, hingga Assassin’s Creed Pirates. Hasilnya sangat memuaskan, ROG Phone II bisa melibat semua game dengan lancar tanpa kendala meski pengaturan telah diatur rata kanan.

Untuk menjaga mesin tidak cepat panas saat dipaksa kerja rodi, Asus menambahkan sistem pendingin. Sistem pendingin menggunakan kipas pendingin ini disebut GameCool II. Sistem pembuangan panas lewat 3D vapor chamber.

ROG Phone II ditenagai oleh Snapdragon 855 plus yang merupakan chipset kasta tertinggi besutan Qualcomm. Chipset yang sama juga digunakan oleh Realme X2 Pro dan Black Shark 2 Pro.

Agar bisa membabat game-game yang membutuhkan performa tinggi, ponsel dibekali dengan chipset Snapdragon 855 plus. Chipset ini memiliki CPU Qualcomm Kryo 485 dengan kecepatan clocking hingga 2,96GHz.

Untuk menjaga mesin tidak cepat panas

Asus ROG Phone II

Plus, chip grafis Adreno 640 agar ponsel agar mampu memberikan pengalaman mulus bagi gamer. Sebab, pengaturan grafis bisa digeser rata kanan semua alias bisa digeber agar memberikan tampilan grafis yang maksimal.

Ponsel yang mulai dibanderol dengan harga Rp8,5 juta itu memang didesain khusus untuk bermain game. Hal ini tampak dari sisi fitur, konstruksi desain maupun spesifikasi. Okay bosqu berkesempatan mejajal ROG Phone II (8G 5GB/ 128 GB).

Saat dijajal, sistem pendingin memang secara efisien bisa membuat suhu ponsel tidak panas meski dipakai selama dua jam tanpa henti. Ponsel baru mulai terasa hangat ketika ponsel dipakai setlelah dua setengah jam.

Kesan tangguh muncul ketika melihat desain sisi eksteriornya. Dari sisi konstruksi, ROG II phone tampak sangat gagah. Sayangnya, desain ROG Phone II hampir sama dengan pendahulunya. Perbedaan mencolok berada pada pemindai sidik jari pada bagian belakang yang tidak dapat ditemukan di ROG Phone II.

Saat digunakan bermain game, ROG Phone II terasa mantap ketika dipegang secara landscape. Tapi posisi ini membuat tangan bisa menutup speaker yang terletak di bawah badan ponsel. Selain itu, bobot ponsel diakui memang agak berat.

Speaker ponsel ini juga menarik. Sebab, Asus memasang dua speaker dengan kekuatan yang seimbang di sisi atas dan bawah ponsel. Sehingga, saat digunakan di posisi landscape suara yang keluar dari ponsel akan terdengar lebih seimbang dari kiri dan kanan speaker.

Pada Black Shark 2 Pro speaker bagian atas lebih kecil dari bagian bawah. Sehingga ketika digunakan, suara di salah satu speaker akan terdengar lebih kencang dari yang lain.

Parahnya, saat ponsel butuh diisi ulang, kabel akan mengganggu jari ketika bermain. Membuat posisi tangan tak enak karena port charger ponsel berada di bagian bawah ponsel. Meski demikian, tidak direkomendasikan menggunakan ponsel sembari mengisi daya, sebab bisa memengaruhi kesehatan baterai ponsel.

Baterai tentu menjadi komponen penting bagi gamer. Oleh karena itu, ROG Phone hadir dengan baterai bongsor 6.000 mAh. Dengan menggunakan X Mode, baterai hanya berkurang 10 persen saat digunakan bermain game selama dua jam. Di sisi lain, baterai Black Shark 2 Pro dan X2 Pro hanya berkapasitas 4.000 mAh.

sistem pendingin memang secara efisien

ROG Phone II juga mendukung pengisi daya cepat 30W. Dengan pengisi daya ini, baterai bongsor ROG II memang tak secepat pengisian baterai Black Shark 2 Pro. Baterai ROG Phone II hanya terisi 62 persen dalam waktu 50 menit.

Menurut Bosque, fitur ini sesungguhnya tak terlalu dibutuhkan. Seperti yang telah dibahas di atas, ponsel
bisa membabat game-game grafis tinggi tanpa perlu mengaktifkan X Mode.

Lantaran dipaksa bekerja keras, performa yang ditawarkan saat menyalakan X Mode memang jauh lebih tinggi. Saat mengetes dengan menggunakan Antutu Benchmark, skor ROG Phone dengan X Mode 492404. Cukup jauh terpaut ketika X Mode tak diaktifkan, dengan skor 429164.

Bagi gamer yang biasa bermain game konsel dengan menggunakan game controller, ROG Phone II bisa menjadi pengantar gamer untuk bermain game mobile. Pasalnya gamer bisa merasakan impresi di ROG Phone II yang hampir sama dengan menggunakan game controller di konsol.

AirTrigger II menawarkan kontrol lebih dalam game dan menghadirkan pengalaman layaknya menggunakan tombol trigger di controller konsol. Dalam game tembak- tembakan, pengguna bisa dengan mudah membidik dan menembak tanpa harus repot menekan layar.

Ponsel juga dibekali dengan layar HDR 10-bit AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1080×2340 . ROG Phone II diklaim merupakan ponsel gaming pertama di dunia yang mengusung layar AMOLED dengan pilihan refresh rate 60 Hz,90 Hz, dan 120 Hz.

Di sisi lain, X Mode membuat ponsel terasa lebih hangat dan membuat konsumsi baterai lebih rakus, sehingga turun lebih cepat.

Uniknya, ketika X Mode diaktifkan, ikon-ikon bawaan ROG Phone akan berubah menjadi warna jadi merah. Bahkan lampu logo ROG yang berada di punggung ponsel juga berkelap-kelip berubah warna dengan cepat. Seolah-olah ketika fitur ini diaktifkan, ponsel tengah bersiap ‘mengamuk’.

Ponsel sesungguhnya memiliki fitur X Mode yang digunakan untuk memaksimalkan performa ponsel. Ini adalah fitur overclocking yang akan memaksa chipset bekerja di atas batas yang disarankan.