Ayo Bantu Tenaga Medis Lawan COVID-19 dengan Berdonasi

Ayo Bantu Tenaga Medis Lawan COVID-19 dengan Berdonasi

Ayo Bantu Tenaga Medis Lawan COVID-19 dengan Berdonasi

Ayo Bantu Tenaga Medis Lawan COVID-19 dengan Berdonasi – Sejak Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengumumkan kasus positif virus corona atau COVID-19 pertama di Indonesia, masyarakat beramai – ramai melakukan aksi memborong barang di supermarket.

Mulai dari bahan makanan, perlengkapan dan peralatan medis, masker hingga hand sanitizer diburu banyak orang sehingga keberadaannya di pasaran menjadi langka. Aparat kepolisian bahkan sampai menahan sejumlah orang karena diduga menimbun barang-barang tersebut untuk dijual kembali.

Belakangan terdapat sejumlah cerita viral di media sosial tentang petugas medis yang kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) ketika menangani pasien virus corona. Contohnya seperti yang terjadi Makassar, Sulawesi Selatan.

Dokter spesialis anestesiologi salah satu rumah sakit tersebut, Hisbullah kepada IDN Times, mengatakan bahwa APD seperti baju hazmat masih langka di tempatnya.

1. Penggalangan dana lewat Kita bisa 

Pengamat musik Adib Hidayat contohnya. Ia bersama dokter Ferdiriva Hamzah, Twindy Rarasati, dan Twinda Rarasati menginisiasi pengumpulan uang melalui situs urunan dana online kitabisa.com.

Ketiganya mengajak masyarakat berdonasi untuk memberi bantuan petugas medis di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 berupa masker, hand sanitizer, sabun pencuci tangan, tisu basah, dan APD lain.

Saat ini sudah ada Rp1,085 miliar uang donasi yang terkumpul dari puluhan ribu donatur. Adib, Twinda, dan Twindy sendiri menargetkan bantuan yang terkumpul hingga Rp1,5 miliar.

2. ACT ikut kumpulkan dana 

Salah satu lembaga yang ikut mengumpulkan dana secara online adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT). Melalui laman Indonesiadermawan.id, ACT ingin mengumpulkan bantuan untuk membeli masker, sabun, dan alat kesehatan.

Saat ini uang yang terkumpul telah mencapai Rp1,017 miliar dari ribuan donatur. ACT sendiri menargetkan uang donasi yang terkumpul sebesar Rp1,5 miliar.

3. Perkumpulan sejumlah dokter juga mengumpulkan dana 

Perkumpulan sejumlah dokter atas nama Solidaritas Berantas COVID-19 juga mengajak publik mengumpulkan dana untuk membantu rumah sakit milik pemerintah dalam menangani COVID-19. Kelompok solidaritas itu menargetkan Dana yang terkumpul hingga Rp5 miliar.