Bukti ‘Bumi Istirahat,’ NASA Dukung Lingkungan Dampak Pandemi COVID-19

Bukti 'Bumi Istirahat,' NASA Dukung Lingkungan Dampak Pandemi COVID-19

NASA Dukung Lingkungan Dampak Pandemi COVID-19

NASA Dukung Lingkungan Dampak Pandemi COVID-19 – Kamu mungkin sudah sangat sering mendengar pernytaan bahwa langit dan perairan di Bumi semakin bersih dikala sebagian besar umat manusia berada di rumah di tengah pandemi ini. Hal ini kerap disebut sebagai waktu istirahatnya Bumi.

Baca juga : Canggih, Smart TV LG Sudah Bisa Dioperasikan perintah Suara Bahasa Indonesia

Nah, hal ini ingin dibuktikan secara ilmiah, dan juga ingin tahu seberapa membaik kondisi tersebut. Melansir Engadget, ilmuwan bahkan mendapatkan dukungan NASA untuk menggunakan teknologinya.

Badan antariksa tersebut dilaporkan mendanai empat proyek penelitian yang akan bergantung pada satelit dan sumber data, untuk memahami bagaimana lockdown dan karantuna pandemi mempengaruhi polusi di dunia.

Salah satu proyek ini akan mempelajari peningkatan kualitas udara yang tidak merata di seluruh dunia, dengan menggunakan data satelit ke cuaca, data lalu lintas dari satelit, dan beberapa data lainnya.

Selain itu, data meteorologi juga akan digunakan untuk mengukur bagaimana polusi udara yang berkurang mempengaruhi atmosfer.

Penelitian selanjutnya akan menggunakan data satelit pula untuk kualitas air. Serta penelitian terakhir menggunakan data satelit polusi ringan untuk memeriksa dampak sosial ekonomi dan efektivitas anjuran di rumah saja.

Hasil dari penelitian ini akan digunakan untuk menginformasikan pemangku kebijakan pasca pandemi berakhir. Hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk mengubah kebijakan transportasi untuk mengurangi polusi.

Selain itu, hasil penelitian soal perilaku sosial juga dapat mencegah adanya outbreak virus.

Ilmuwan Coba Lawan COVID-19 dengan Nikotin

Sebuah penelitian data kesehatan masyarakat Prancis menunjukkan bahwa perokok memiliki kemungkinan 80 persen lebih rendah terkena Virus Corona. Hal ini dengan catatan perbandingannya kepada bukan perokok pada usia dan jenis kelamin yang sama.

Para ilmuwan Prancis berhipotesis dalam penelitian mereka bahwa nikotin yang terkandung live22 apk android dalam rokok, dapat mempengaruhi kemampuan molekul Virus Corona melekat pada reseptor dalam tubuh.

“Anda memiliki virus yang tiba di reseptor, dan nikotin menghalangi itu, dan mereka berpisah,” kata Jean-Pierre Changeux, profesor emeritus ilmu syaraf di institut Pasteur Prancis, seperti yang dikutip Liputan6.com.

Untuk membuktikan kebenarannya, para ilmuwan Prancis sedang bersiap meluncurkan uji coba manusia untuk menguji hipotesis mereka bahwa nikotin dapat membantu tubuh memerangi infeksi Virus Corona COVID-19.

Uji coba ini akan melibatkan kelompok petugas kesehatan dan pasien yang menggunakan patch (lembaran) nikotin dan kelompok lain yang menggunakan patch plasebo. Kemudian mereka akan diuji untuk melihat perbedaan dalam cara tubuh mereka merespons virus.

Jadi Bencana

Zahir Amoura, seorang profesor di Rumah Sakit Universitas Pitie-Salpetriere Paris ikut melakukan uji coba itu. Amoura mengatakan, bagian terpenting dari uji coba itu adalah pengujian pada kelompok sampel yang terdiri dari 1.500 profesional kesehatan.

Mereka akan dinilai untuk melihat apakah mereka terinfeksi virus, dan apakah mereka yang memakai patch nikotin lebih tahan daripada rekan mereka yang memakai patch plasebo.

“Itu bisa memberi kita cara untuk mengurangi penyebaran virus,” kata Amoura.

Pengujian serupa akan dilakukan pada 400 orang yang telah dirawat di rumah sakit dengan gejala Virus Corona, untuk memahami apakah nikotin mengubah perkembangan penyakit.

Pengujian akan dilakukan selama sekitar tiga minggu. Para peneliti mengatakan mereka akan berhati-hati untuk memastikan penelitian mereka. Mendorong orang untuk merokok, mengingat dampaknya yang berbahaya pada kesehatan manusia.

“Itu akan menjadi bencana besar,” kata Changeux.

Sumber : merdeka.com