Buronan AS yang Ditangkap di Bali Memproduksi Film Porno

Buronan AS yang Ditangkap di Bali Memproduksi Film Porno

Buronan AS yang Ditangkap di Bali Memproduksi Film Porno

Buronan AS yang Ditangkap di Bali Memproduksi Film Porno – Polda Bali menangkap buronan Internasional Police (Interpol) asal Amerika Serikat, Kamis  di wilayah Kerobokan, Badung. Tersangka merupakan buronan investasi bodong. WNA bernama Beam Marcus Elliot, 50, ini lari ke Bali dan memproduksi fim porno.

Kapolda Bali Irjend Polisi Petrus Reinhard Golose, Jumat, menerangkan, tersangka ditangkap atas rednotice dari Interpol. “Kasus yang bersangkutan merupakan kasus investasi di Amerika. Dia mengaku sebagai manajer investasi, tapi uang yang dipercayakan nasabah kepada dia tidak digunakan untuk investasi,” beber Irjend Pol.  Golose.

Dia ditangkap pada hari Kamis, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-50. Dia diburu Interpol dan polisi Amerika Serikat karena menipu klien dan wanita yang ditemuinya secara online dengan motif investasi palsu. Dia sudah meraup sekitar USD500.000 sejak 2015 hingga 2019.

“Dia mengaku sebagai manajer investasi tetapi tidak menginvestasikan dana dan malah membelanjakannya untuk pengeluarannya sendiri,” kata Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Bali Inspektur Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose kepada wartawan.

Warga Chicago, AS, ini mengenakan masker pelindung dari Covid-19 dan sarung tangan saat briefing hari Jumat. Dia menghadapi sembilan tuduhan penipuan dalam dakwaan yang diajukan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada tahun lalu.

Dia memanfaatkan kecerdasan investasi dengan menipu para korban melalui bisnis yang dikenal dengan nama “Chase Private Equity”, yang kemudian dia ubah menjadi “New World Capital”.

Beam memasuki Bali pada Januari dengan paspor palsu dan sejak itu menjadi sutradara sekaligus aktor dalam film-film porno, yang dijualnya secara online.

“Ketika di Bali dia membuat film porno untuk mendapatkan uang,” Golose menambahkan bahwa polisi juga menyita mainan seks selama penangkapan di kediamannya.

Polisi juga mendalami produksi fim porno yang dibuat buron tersebut, apakah melibatkan orang lokal atau hanya orang asing. Lawan mainnya yang ditemukan polisi seorang WNA bernama BeamBabby Poppy. “Dia juga kami periksa sebagai saksi,” jelas Golose.

Mengenai paspor palsu yang bersangkutan, pihak Amerika Serikat juga dikatakan telah memblokir paspor tersebut. Dalam paspor palsu tersebut, tersangka juga mengganti namanya menjadi Demario.

Sementara itu, Wakil Direktur Reskrimum Polda Bali AKBP Suratno menerangkan masih mendalami video porno yang diproduksi oleh tersangka dan pasangannya. “Untuk video porno kami masih dalami,” pungkasnya.