Ditangkap Saat Pesta Ekstasi

Ditangkap Saat Pesta Ekstasi

17 Orang Ditangkap Saat Pesta Ekstasi di Tengah Wabah Corona

17 Orang Ditangkap Saat Pesta Ekstasi di Tengah Wabah Corona – Polisi menangkap 17 orang yang melakukan pesta narkoba jenis ekstasi di salah satu karaoke di Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu dini hari. Pesta ekstasi ini dilakukan di tengah pemberlakuan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.

“Dia terlihat sedang turun ke loby tempat karaoke, petugas yang menyamar langsung melakukan penangkapan,” terang Gembong. Saat diperiksa di tempat, pria berinisial IDN Play Deposit Pulsa ini kedapatan membawa narkoba jenis ekstasi, happy five, dan ketamin.

“Saat ditangkap, A mengaku ada 17 orang lainnya di dalam ruang karaoke. Dari situlah kita langsung menangkap mereka sedang berpesta narkoba,”katanya. Polisi pun lantas mengembangkan jejak narkoba yang didapat A. Tersangka ini mengaku mendapat narkoba dari H dan MC yang merupakan pasangan suami istri. Keduanya juga berada di dalam tempat karaoke tersebut.

Setelah Ammar Zoni, lagi-lagi dunia hiburan tanah air kembali dihebohkan dengan kabar artis yang diduga terjerumus dalam pengggunaan obat-obatan terlarang. Happy five, lanjutnya, sebenarnya bukan nama zat, melainkan label keluaran Jepang. Di Jepang biasa disebut Erimin five. Nama zatnya sendiri adalah nimetazepam.

Nimetazepam punya karakteristik hipnotik dan sedatif. Artinya, orang yang memakai biasanya untuk memperoleh ketenangan dan rasa rileks.  “Makanya disebut happy five, happy, sifat hipnotik sedatif,orang yang pakai bisa merasa bahagia, tenang, rileks,” tambahnya.

Nimetazepam punya karakteristik hipnotik

Dokter biasa meresepkan nimetazepam untuk pasien dengan depresi ringan. Ia mengatakan, dokter menggunakan obat ini sebagai stimulasi saraf agar efek hipnotik sedatif membuat saraf lebih rileks pada pasien.

Putra pesinetron kawakan Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas kemarin malam ditangkap di depan Hotel Kristal, Fatmawati. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Axel diduga melakukan transaksi pembelian narkotika jenis happy five seharga Rp1,5 juta.

“Dari pemeriksaan terhadap pasang suami istri ini, kami sebuah rumah toko di Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya dan ditemukan 210 butir ekstasi, 1.250 butir happy-5. Jadi total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 233,5 butir ekstasi, 1.305 butir happy-5 dan 3 gram ketamin” rinci Gembong.

Ia mengatakan, narkoba tersebut dipasok pelaku pasangan suami istri ini dari Kuching, Malaysia, melalui jalan darat dan untuk diedarkan di tempat hiburan malam. “17 orang ini berada di Direktorat Narkoba Polda Kalbar untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Ya, semuanya kami tahan,” tutup Gembong.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Gembong Yudha mengatakan, penggerebekan ini dilakukan karena adanya laporan masyarakat yang menyebutkan tempat karaoke masih tetap buka walau ada instruksi untuk menutup sementara hingga KLB Corona selesai. Tempat ini pun kerap digunakan untuk pesta narkoba.

“Kami menggelar penyelidikan dan mendatangi tempat karaoke tersebut. Untuk penyuplai, kami sedang kejar dan sudah kami kantongi identitasnya” kata Gembong, Minggu. Gembong menjelaskan alur penangkapan. Saat memasuki tempat karaoke, polisi melihat seorang pria yang cirinya persis seperti yang diinformasikan.