Fitur Antar Penumpang Usai PSBB

Fitur Antar Penumpang Usai PSBB

Grab dan Gojek Diminta Buka Fitur Antar Penumpang Usai PSBB

Grab dan Gojek Diminta Buka Fitur Antar Penumpang Usai PSBB – Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) Garda Indonesia berharap Gojek dan Grab mengaktifkan kembali fitur angkut penumpang saat fase ketiga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta berakhir pada 4 Juni.

“Kami berharap, dengan berakhirnya PSBB, fitur layanan penumpang dapat diaktifkan kembali agar pendapatan pengemudi ojol secara perlahan dapat normal kembali,” kata Igun saat dihubungi Poker Deposit Pulsa, Senin.

Igun menjelaskan terjadi penurunan pendapatan sangat drastis pada wilayah yang memberlakukan PSBB, antara 70-90 persen. Dia juga mengatakan kenaikan pengiriman barang maupun pesan antar makanan selama PSBB tidak signifikan.

Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan pihaknya dan mitra ojol tak pernah setuju dengan keputusan menghentikan sementara fitur antar penumpang. Dia mengatakan itu berdampak pada pengurangan pendapatan.

Membawa helm sendiri untuk berkendara sepeda motor bakal jadi salah satu new normal saat pemerintah mulai membuka kegiatan masyarakat setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dihentikan.

Poin itu masuk dalam panduan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk penanganan penyebaran virus di sektor kerja perkantoran dan industri.

Panduan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 Tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi.

Dalam panduannya Kemenkes menyoroti penggunaan transportasi umum, salah satu sumber utama penyebaran virus corona (Covid-19, yang akan digunakan pekerja berangkat dan pulang kantor.

“Layanan pengiriman barang maupun pesan antar makanan hanya menyumbang kenaikan 10-20 persen saja, tidak signifikan. Sehingga beberapa pengemudi ojol ada yang mencari penghasilan alternatif, seperti berjualan bagi yang masih memiliki modal,” kata Igun.

Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang PSBB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang PSBB di Jakarta hingga 4 Juni untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pelaksanaan tahap ketiga ini diharapkan menjadi yang terakhir namun bisa jadi diperpanjang jika diperlukan.

Anies mengklaim selama pelaksanaan PSBB tahap pertama dari 10 April hingga tahap kedua yang berakhir pada 22 Mei, penyebaran virus corona di ibu kota mulai menurun.

Kemenkes mengimbau perusahaan menyediakan transportasi khusus antar dan jemput pekerja agar tidak memakai transportasi umum. Pekerja juga disarankan tidak menggunakan transportasi umum.

Meski begitu disadari ada banyak pekerja yang tidak bisa melakukan kedua hal itu dan terpaksa memakai transportasi umum.

Bagi pekerja ini Kemenkes menyarankan memakai masker, tetap menjaga jarak minimal 1 m, tidak sering menyentuh fasilitas umum, melakukan pembayaran non tunai atau gunakan hand sanitizer, tidak menyentuh area wajah selama perjalanan menuju kantor dan pulang, serta menggunakan helm sendiri.

Imbauan menggunakan helm sendiri merujuk pada fasilitas transportasi ojek online (ojol) yang umum dimanfaatkan masyarakat sehari-hari. Layanan ojol telah dihentikan semasa PSBB, namun kemungkinan besar akan kembali dibuka bila sudah berakhir.

Penyedia layanan ojol terbesar di dalam negeri, Gojek dan Grab, sudah mengimbau konsumen membawa helm sendiri sejak Maret, ketika PSBB belum diterapkan. Asosiasi pengemudi ojol juga menyarankan hal yang sama buat menghindari penularan Covid-19 selain memakai masker dan sarung tangan.

Gojek dan Grab hingga saat ini belum memberikan respons terkait kebijakan pengaktifan kembali fitur antar penumpang usai PSBB fase ketiga di Jakarta berakhir.

Gojek dan Grab memilih mematikan fitur angkut penumpang pada aplikasi masing-masing di wilayah yang menerapkan PSBB. Hal ini membuat para pengemudi ojol hanya bisa memanfaatkan fitur antar makanan dan barang.