Gelar Aksi Damai Bela Palestina

Gelar Aksi Damai Bela Palestina

Elemen Masyarakat Indonesia Gelar Aksi Damai Bela Palestina

Gelar Aksi Damai Bela Palestina – ibuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumbar Peduli Palestina menggelar aksi damai bela Palestina. Massa dari al-Aqsa Working Group dan perwakilan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU)  menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jalan Medan Merdeka Selatan 3-5, Jakarta Pusat, Jumat. Mereka menyampaikan penolakan dan mengecam pernyataan Presiden Donald Trump soal Yerusalem.

“Kami menolak pernyataan Donald Trump terkait pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memutus hubungan diplomatik Indonesia dengan AS. Donald Trump No, Amerika Boikot,” ujar Perwakilan PBNU dengan pengeras suara di depan Kedubes AS.

Di lain Pihak, al-Aqsa Working Group rencananya mengutus dua perwakilannya untuk menemui Duta Besar (Dubes) AS Joseph R. Donovan Jr. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua al-Aqsa Working Group, Agus Sudarmaji saat memimpin aksi damai tersebut.

“Kami sedang negosiasi agar bisa masuk  untuk memberikan statment. Ada dua orang perwakilan yang akan menemui Dubes,” ujar Agus. Dalam pernyataannya, mereka menolak klaim sepihak Trump dan mendukung langkah diplomatis pemerintah untuk menolak pernyataan Presiden negara adidaya tersebut.

Dalam Aksi damai ini, Agus menyebut jumlah peserta aksi mencapai 1200 orang yang sebelumnya dijadwalkan melakukan Long March dari Kedubes Palestina menuju Kedubes AS. Namun, diurungkan karena tidak mendapatkan izin dari Wilayah Kepolisian Polda Metro Jaya.

Tuntutan PBNU

Selain menggelar aksi solidaritas, Keluarga Besar PBNU juga mengeluarkan pernyataan sikap terkait pernyataan kontroversial President Donald Trump. Hal tersebut disampaikan secara tertulis oleh Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU).

Terdapat empat poin yang secara tegas diungkap PBNU. Pertama, mendukung kemerdekaan rakyat dan negara Palestina. Termasuk mendesak PBB segera mengesahkan keanggotaan Palestina secara resmi serta memberikan hak yang setara sebagai rakyat dan negara merdeka sebagaimana amanat Muktamar NU ke-33 di Jombang, tahun 2015 lalu.

Kedua, organisasi ini mengutuk keras tindakan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Bagi PBNU, tindakan tersebut akan merusak dan mengacaukan perdamaian.

Berikutnya, para ulama meminta pertimbangan pemerintah Indonesia soal hubungan diplomatik dengan AS. Selain menangguhkan operasional perusahaan multi-nasional asal Negara Adidaya tersebut.