Jenis Cairan Infus yang Sering Digunakan, Sudah Pada Tahu?

Jenis Cairan Infus yang Sering Digunakan, Sudah Pada Tahu?

Jenis Cairan Infus yang Sering Digunakan

Jenis Cairan Infus yang Sering Digunakan – Pemberian carian infus merupakan salah satu langkah dalam perawatan medis yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit untuk pasien yang kehilangan cairan dan zat-zat makanan dalam tubuh. Perawatan medis ini dilakukan dengan cara mengaliri tubuh melalui selang dan jarum infus pada pembuluh darah.

Baca juga : Alasan Kenapa Ada yang Dilahirkan dengan Suara Merdu dan Tidak, Berikut Penjelasannya!

Pemberian cairan infus harus sesuai dengan aturan dokter dengan memperhatikan jenis dan jumlah cairan sesuai dengan kebutuhan pasien. Ada beberapa jenis cairan infus yang sering digunakan oleh pasien dalam beberapa kondisi. Berikut ini dapat kita simak penjelasannya.

Cairan Kristaloid

Cairan kristaloid merupakan cairan infus yang memiliki kandungan natrium klorida, natrium glukonat, natrium asetat, kalium klorida, magnesium klorida, dan glukosa. Cairan ini digunakan pada pasien dengan tujuan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit, mengembalikan pH tubuh, menghindari dehidrasi dan dijadikan sebagai cairan resusitasi.

Ada beberapa jenis dalam cairan kristaloid, yakni cairan Saline, Laktat dan Dextrose. Semua cairan tersebut tentunya memiliki kandungan yang berbeda-beda tergantung pada kondisi pasien.

Cairan Asering

Cairan asering merupakan cairan yang diberikan pada pasien yang mengalami dehidrasi akibat shock hipovolemik dan asidosis, demam berdarah, trauma, luka bakar dan shock hemarogik serta dehidrasi berat. Kandungan dalam cairan asering ini adalah Na 130 mEq, Cl 109 mEq, Ca 3 mEq, K 4 mEq dan Asetat/garam 28 mEq.

Cairan Tutofusin ops

Cairan tutofusin ops merupakan cairan yang memiliki kandungan Natrium 100 mEq, Kalium 18 mEq, Kalsium 4 mEq, Sorbitol 50 gram, Klorida 90 mEq dan Magnesium 6 mEq. Kandungan tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak bagi tubuh pasien, diantaranya memenuhi kebutuhan pasien akan air dan cairan elektrolit sebelum, sedang dan setelah operasi bedah dilakukan.

Cairan elektrolit tersebut dapat mencegah pasien dari dehidrasi dan memenuhi kebutuhan pasien akan makanan yang mengandung karbohidrat secara parsial.

Cairan Koloid

Cairan koloid merupakan cairan yang memiliki kandungan molekul lebih bnayak jika dibandingkan dengan jenis infus lainnya. Umumnya cairan ini diberikan pada pasien yang menderita sakit krisis dan pasien yang telah melakukan operasi bedah. Cairan koloid juga memiliki berbagai jenis, termasuk cairan Gelatin, Albumin dan Dextran.

Cairan Manitol

Cairan manitol merupakan cairan infus yang memiliki kandungan karbo, hidrogen dan oksigen (C6H14O6). Cairan ini memiliki banyak manfaat, yakni membantu menjaga tekanan intrakranial pada kondisi normal, memberikan peningkatan diuresis pada pasien yang mengalami gagal ginjal dan membuat eksresi senyawa toksis menjadi meningkat.

Selain itu pemberian cairan ini sangat dianjurkan pada pasien yang sedang menjalani proses operasi prostat karena dapat melarutkan irigasi genitouriner sebelum operasi dilakukan.

Itulah lima jenis cairan infus yang sering diberikan pada pasien. Perlu diingat pemberian cairan infus ini tidak boleh sembarang karena dapat menyebabkan komplikasi berbahaya dan semuanya harus dilakukan dengan pengawasan dokter.

Sumber : idntimes.com