Kasus Covid-19 Meningkat, Bogor Berlakukan Jam Malam

Kasus Covid-19 Meningkat, Bogor Berlakukan Jam Malam

Kasus Covid-19 Meningkat, Bogor Berlakukan Jam Malam

Kasus Covid-19 Meningkat, Bogor Berlakukan Jam Malam – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai sabtu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas yang berlangsung hingga dua pekan mendatang.

Salah satunya, dibuat aturan jam malam di mana warga tidak diperkenankan beraktivitas berkerumun di atas pukul 21.00 WIB.

Perubahan kenaikan status menjadi zona merah lantaran meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 dalam dua pekan terakhir di wilayah tersebut.

Kebijakan ini diambil usai kasus positif virus corona (Covid-19) di wilayah itu melonjak dan Bogor ditetapkan menjadi zona merah.”Karena itu fokus kita adalah, kami Forkopimda bersepakat.

mulai besok kita akan terapkan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam jumpa pers yang disiarkan YouTube Pemkot Bogor, Jumat .

Ia menjelaskan pembatasan sosial berskala mikro adalah pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat di RW zona merah, di wilayah ini, aparat mulai dari Polri, TNI dan ASN akan mengawasi ketat penerapan protokol kesehatan.

Berdasarkan data, dari 797 RW di Kota Bogor, ada 194 RW yang dinyatakan sebagai zona merah.”Jadi tidak boleh ada kerumunan, mengadakan aktivitas, kecuali untuk keperluan medis, dan pangan. Jadi ini adalah skala mikro di RW. Kami sudah data RW merah di mana saja,” ia menjelaskan.

“Di situ sementara tidak boleh ada resepsi pernikahan, kegiatan-kegiatan keagamaan, termasuk salat jumat berjamaah di masjid,” terangnya.

Menurutnya, pemberlakukan sanksi dan pembatasan aktivitas mulai diberlakukan Sabtu hari ini, bersamaan dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala mikro berbasis komunitas selama 14 hari ke depan.

“Aturan itu mengacu kepada Perwali Kota Bogor nomor 104 tahun 2020. Ingat, ada sanksi bagi pelanggar dan ada pembatasan aktivitas,” terangnya.

Bima menerangkan, kenaikan status Kota Bogor menjadi zona merah lantaran kebijakan tes usap masif untuk mencari potensi kasus Covid-19.

Selain itu, kebijakan pelonggaran di berbagai sektor seperti perkantoran, perdagangan, pariwisata, kegiatan sosial dan perjalanan antar kota atau antar pulau menjadi salah satu pemicu peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bogor.

“Semenjak dua minggu terakhir ini menunjukkan lonjakan yang cukup tajam,” ujar Bima Arya.