Kesalahan Konsep Sains yang Umum Terjadi, Ini Konsep yang Benar

Kesalahan Konsep Sains yang Umum Terjadi, Ini Konsep yang Benar

Kesalahan Konsep Sains

Kesalahan Konsep SainsSains atau ilmu pengetahuan telah berkembang sangat pesat pada zaman modern ini. Sudah begitu banyak hal yang kita ketahui tentang alam sehingga kita sudah bisa memahami berbagai hal di alam dengan lebih baik, khususnya bagi orang yang memang senang belajar tentang alam. Apakah kamu termasuk?

Baca juga : Jenis Ular Laut Indonesia, Mematikan dari Kobra!

Meski kita sudah tahu banyak soal alam, kadang miskonsepsi soal beberapa hal masih bisa kita alami. Beberapa kesalahan konsep tersebut bahkan mencakup ilmu alam yang mendasar. Sebagai contoh, berikut ini lima miskonsepsi tentang ilmu alam yang kerap terjadi. Apa kamu sudah tahu pemahaman yang benar?

Berat Sama dengan Massa

Ini adalah salah satu miskonsepsi yang paling mendasar, tapi sekaligus paling umum terjadi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyamakan antara berat dan massa, misalnya kamu mungkin berkata, “Berat badanku 60 kilogram.” Padahal itu adalah kesalahan konsep karena massa dan berat adalah dua hal yang berbeda.

Apa bedanya? Laman Wired menjelaskan bahwa massa adalah jumlah total materi yang dimiliki suatu benda. Jika massa sebuah batu 5 kg, artinya jumlah materi yang menyusun batu tersebut adalah 5 kg. Massa sebuah benda selalu tetap, tidak peduli di mana pun benda tersebut berada.

Sedangkan, berat adalah ukuran kuatnya gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda. Makanya, berat suatu benda bisa berubah-ubah tergantung kekuatan gravitasi di tempat ia berada. Berat sebuah batu di bulan, misalnya, pasti lebih ringan dari berat batu tersebut di bumi. Itu karena kekuatan gravitasi di bulan jauh lebih lemah daripada gravitasi di bumi.

Nah, karena massa dan berat jelas berbeda, sebenarnya lebih tepat jika kamu menyebut, “Massa badanku 60 kilogram.” Itu karena kilogram adalah satuan untuk massa, bukan berat. Memang terdengar gak lazim sih, tapi itulah istilah yang paling tepat!

Pedas Adalah Salah Satu Jenis Rasa

Berbicara tentang alat indra, salah satu alat indra kita adalah lidah, yang berfungsi untuk mengecap rasa. Umumnya kita mengenal lima jenis rasa, yaitu manis, asam, asin, pahit, dan umami alias gurih. Lalu bagaimana dengan pedas?

Kalau kamu mengira bahwa pedas itu termasuk rasa, artinya pemahamanmu masih belum tepat. Sebenarnya, pedas tidak termasuk rasa. Laman Naked Science menjelaskan bahwa pedas hanyalah sensasi panas dan iritasi yang terasa di lidah akibat senyawa kapsaisin yang terdapat dalam cabai dan bahan pedas lainnya.

Apa bedanya pedas dengan rasa lain? Kalau makan makanan pedas, kamu bisa merasakan sensasi panas bukan hanya di lidah, tapi juga di perutmu setelah menelannya. Bahkan, kalau kamu makan langsung dengan tangan, kemungkinan besar tanganmu juga akan terasa panas.

Itu artinya kita gak harus memakai lidah untuk merasakan pedas. Seluruh tubuh kita pun bisa merasakan panas dan iritasi jika terpapar kapsaisin. Itu sangat berbeda dengan kelima rasa lain. Kamu gak bisa merasakan manis atau asam dengan tanganmu, kan? Makanya, jelas bahwa kesimpulannya adalah pedas tidak termasuk rasa.

Wujud Benda Hanya Padat, Cair, dan Gas

Sejak di sekolah dasar pasti kamu sudah belajar bahwa ada tiga macam wujud benda di dunia ini, yaitu padat, cair, dan gas. Pengetahuan tersebut memang benar, tapi sayangnya kurang lengkap karena masih ada wujud fundamental lain dari partikel, yaitu plasma.

Apa itu plasma? Dilansir Live Science, karakteristik plasma sebenarnya mirip dengan gas. Bentuk dan volumenya tidak tetap serta memiliki massa jenis yang jauh lebih rendah dari benda padat dan cair. Namun, plasma berbeda dengan gas. Perbedaan utamanya adalah gas tidak mengandung muatan, sedangkan plasma mengandung muatan.

Muatan yang dimaksud adalah muatan listrik yang terjadi karena atom kehilangan elektronnya. Makanya, secara singkat, plasma adalah wujud partikel yang terdiri dari atom-atom bermuatan listrik karena telah kehilangan sebagian atau seluruh elektronnya.

Apa saja contoh plasma? Kamu gak perlu jauh-jauh mencari untuk menemukan plasma karena salah satu contohnya adalah lampu neon dan lampu LED. Selain itu, plasma juga terdapat di bintang, termasuk matahari. Karena jumlah bintang di luar angkasa sangat banyak, artinya plasma sebenarnya adalah wujud partikel yang paling umum di alam semesta!