Seberapa Kuat Tubuh Manusia Dapat Menahan Gravitasi? Sains Temukan Jawabannya

Seberapa Kuat Tubuh Manusia Dapat Menahan Gravitasi

Seberapa Kuat Tubuh Manusia Dapat Menahan Gravitasi – Secara sederhananya, Gravitasi dapat diartikan sebagai gaya tarik-menarik pertikel yang memiliki massa. Sekecil apapun pertikel tersebut yang ada di alam semesta ini, pastinya memiliki gaya gravitasinya tersendiri.

Baca juga : Cara Meningkatkan Performa Android, Mudah dan Lebih Cepat

Mulai dari butiran pasir, kelereng, bebatuan, sampai planet dan bintang yang ada di alam semesta–semuanya memiliki gaya saling tarik-menarik. Yang membedakan adalah seberapa besar gaya gravitasi yang dihasilkan dari objek tersebut.

Besarnya gaya gravitasi juga berbanding lurus terhadap besarnya massa, yang secara langsung juga akan berkorelasi dengan kepadatan dan tekanan yang akan memengaruhi massa tersebut.

Nah, berbicara mengenai daftar poker deposit 10000 gaya gravitasi, sebetulnya seberapa kuat sih tubuh manusia dapat menahan beban atau gaya gravitasi tersebut? Ini 5 jawaban dari sains. Disimak, ya!

Pahami Dulu Konsep G Force

Apa sih G force itu? Pasti kamu sering mendengar kata-kata ini, kan? Secara sederhana, G force adalah tekanan gravitasi yang dialami oleh tubuh manusia akibat kondisi tertentu. Karena manusia hidup di Bumi, maka patokan penghitungan G force juga didasarkan pada gravitasi Bumi.

Sekadar informasi, gaya gravitasi Bumi adalah sebesar 9,8 m/s2. Semua makhluk hidup sudah beradaptasi dengan gaya gravitasi Bumi sejak kehidupan di Bumi ada di masa awal-awal Bumi muda.

Kalau kamu sedang berbaring santai, duduk, atau berdiri tegak secara biasa, maka kamu hanya mengalami G force sebesar 1G. Jika dihitung secara matematis maka 1G adalah 1 x 9,8 m/s2 yang menghasilkan 9,8 m/s2.

Bagaimana dengan 2G? Berarti 2 x 9,8 m/s2 yang menghasilkan angka 19,6 m/s2. Dengan kata lain, 2G masudnya adalah dua kali gravitasi Bumi. 3G adalah tiga kali gravitasi Bumi, begitu dan seterusnya.

New Scientist dalam lamannya mencatat bahwa seorang pilot pesawat tempur yang sangat terlatih, dapat menahan beban sebesar 6G hingga 9G. Untuk manusia biasa hanya dapat menahan beban 5G, dan di atas itu dapat mengalami pingsan atau perdarahan.

Zona 0G (nol G)

0G atau nol G adalah kondisi di mana gaya gravitasi adalah nol alias tidak ada. Hal ini akan membuat tubuh manusia melayang karena memang berat tubuh sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi.

Namun, dalam kurun waktu yang lama, kondisi 0G dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan, seperti dicatat dalam laman Space. Otot dan tulang astronaut biasanya akan melemah dan tidak akan berfungsi seperti pada saat berada di zona 1G.

Di beberapa kondisi tertentu, gaya gravitasi yang sangat lemah juga akan memengaruhi daya tahan seseorang yang dapat menyebabkan seseorang tersebut pingsan. Hal ini terjadi akibat adaptasi manusia yang sejak lahir di zona gravitasi Bumi.

Zona 5G Hingga pada 10 G, Tubuh Manusia Akan Beradaptasi

Manusia pada umumnya dapat menahan tekanan gravitasi sebesar 5G. Tekanan gravitasi yang ada di atas itu, sudah akan membuat manusia pingsan, kecuali bagi mereka yang terlatih seperti pilot, astronaut, atau atlet balap.

Laman Go Flight Medicine menjelaskan bahwa semakin besar beban G force yang diterima tubuh, maka peredaran darah juga akan semakin terganggu. Pada kisaran 5 hingga 10G tubuh akan merespons keadaan sebagai sebuah kondisi yang darurat.

Detak jantung tidak teratur, tekanan darah akan kacau, dan aliran oksigen ke otak akan terhambat. Itu sebabnya kebanyakan orang akan pingsan manakala berada pada zona yang memiliki tekanan gravitasi antara 5 hingga 10G.

Reaksi Berada di Tekanan Gravitasi di Atas 10G?

Science Alert mengungkap penghitungan ilmuwan tentang kekuatan tubuh manusia dalam menghadapi tekanan gravitasi. Hingga 10G, beberapa bagian tubuh tidak akan bekerja dengan normal dan akan mengakibatkan seseorang pingsan.

Namun, tulang manusia–menurut kalkulasi yang dilakukan ilmuwan–seharusnya masih dapat menahan beban tekanan gravitasi sebesar 90G. Akan tetapi hal ini tidak meniadakan risiko rusaknya organ tubuh lainnya.

Setelah tekanan gravitasi mencapai 90G, tulang manusia mulai menunjukkan gejala-gejala kehancuran. Sedikit di atas 90G, maka tulang manusia bisa hancur lebur, begitu juga dengan tubuh manusia.

Penghitungan atau kalkulasi ini hanya sebatas pada teori, karena belum ada praktik dan uji coba yang dilakukan untuk mendapatkan bukti fisik. Tekanan 10G saja sudah membuat manusia pingsan, apalagi jika harus dipaksa untuk menghadapi tekanan 90G, rasanya mustahil untuk dapat dilakukan.

Nah, kamu sudah tahu kan apa yang akan terjadi pada tubuh manusia jika tekanan gravitasi yang diterima sangat besar? Ternyata, gaya gravitasi memang sangat memengaruhi kinerja tubuh kita, ya!

Sumber : idntimes.com