Tidak Pernah Terjawab, Tantangan Sains Bagi Teori Bumi Datar

Tidak Pernah Terjawab, Tantangan Sains Bagi Teori Bumi Datar

Tantangan Sains Bagi Teori Bumi Datar

Tantangan Sains Bagi Teori Bumi Datar – Teori Bumi datar adalah sebuah gagasan yang menyatakan bahwa Bumi tidak berbentuk bulat seperti yang sains ungkapkan, melainkan Bumi memiliki bentuk datar. Kelompok penganut teori ini biasanya tergabung dalam Flat Earth Society (FES) yang didirikan oleh Samuel Shenton di Inggris pada 1956.

Baca juga : Particulate Matter, Pulutan Berbahaya untuk Pernapasan Manusia

Nah, uniknya, teori tentang Bumi datar sama sekali tidak sama dengan teori-teori sains lainnya yang dapat diuji secara ilmiah. Teori ini tidak memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara sains sehingga lebih cenderung masuk pada ranah yang absurd atau sebuah ranah yang semu alias pseudosains.

Beberapa pertanyaan dan tantangan sains pun juga tidak pernah terjawab dengan jelas dan tuntas, seperti pertanyaan dan tantangan sains di bawah ini. Apa saja?

Jika Bumi Datar, Bagaimana Cara Kerja GPS dan Satelit?

GPS atau Global Positioning System adalah sebuah pemetaan digital yang berkaitan dengan navigasi, peta atau map digital, dan sistem pelacakan yang berbasis pada citra satelit. Science Learn mencatat bahwa setidaknya ada empat satelit yang harus mengorbit di Bumi untuk dapat melakukan pemetaan secara digital.

Cara kerja satelit adalah mengelilingi objek (planet) yang bulat, bukan datar. Itu sebabnya teori relativitas Einstein berlaku di sini, yakni kecepatan satelit harus dapat mengatasi apa yang dinamakan distorsi ruang dan waktu.

Kecepatan satelit yang bergerak pada orbit adalah 14.000 hingga 20.000 km per jam. Kecepatan pergerakan ini harus dilakukan pada sebuah orbit yang mengelilingi sebuah planet yang bentuknya bulat. Jika bentuknya datar, segitiga, atau trapesium, pergerakan satelit mustahil dilakukan pada orbit sebuah objek (planet).

Ada penganut teori Bumi datar yang menyatakan bahwa pemetaan GPS bisa didapat dari menara atau tower yang ada di Bumi. Jika memang seperti ini, bagaimana cara menara tersebut menangkap objek secara real time di berbagai belahan Bumi yang berbeda? Selain itu, tidak ada satu pun menara di Bumi ini yang tingginya mencapai langit.

So, bagaimana teori Bumi datar menjawab tantangan sains yang satu ini? Bagaimana detail cara kerja GPS dan satelit dalam teori Bumi datar? Entahlah, sampai saat ini tak ada jawaban yang jelas dari teori absurd tersebut.

Tunjukkan Satu Saja Foto Asli Bumi Datar

Tantangan sains ini rasanya memang akan menjadi tantangan abadi yang tidak akan pernah bisa dijawab oleh teori Bumi datar. Jika memang ada, tunjukkan satu saja foto asli yang menyatakan bahwa Bumi itu datar. Hasilnya? Nihil! Tak ada satu pun foto asli yang dapat diperlihatkan untuk menguatkan teori tersebut.

Justru, semua foto dan bukti menunjukkan bahwa Bumi itu bulat. Pastinya, teori Bumi datar segera membantah dan menganggap bahwa foto tersebut adalah fake atau palsu. Lantas, apakah mereka memiliki foto Bumi datar yang asli? Tidak juga, kan!

Ada banyak astronaut dan kosmonaut dari banyak negara di dunia yang telah bekerja di luar angkasa dan membuktikan sendiri bahwa Bumi itu bulat. Setidaknya, perkumpulan Bumi datar juga harus mengirimkan astronaut untuk dapat membuktikan bahwa Bumi itu datar.

Jadi, tantangan yang satu ini sepertinya sangat berat untuk dijawab oleh teori Bumi datar. Sangat berat, sampai-sampai mereka tetap tak akan bisa memberikan foto tersebut. Sayang sekali, ya!

Bagaimana Teori Bumi Datar Menjelaskan Perbedaan Waktu?

Ilmuwan yang berpijak pada sains sudah sering memberikan bukti valid mengenai Bumi bulat. Di satu sisi, orang yang katanya ahli mengenai Bumi datar justru tidak pernah memberikan bukti sahih kepada pihak lawan.

Bagaimana cara teori Bumi datar menjelaskan tentang sistem kerja dan perbedaan waktu yang dialami oleh Bumi? Bagaimana dengan Matahari terbit dan tenggelam? Bagaimana bisa terjadi siang dan malam? Semuanya tidak dapat dijawab dengan jelas oleh teori Bumi datar.

Yang ada justru shifting the burden of proof. Ilmuwan teori Bumi bulat saja yang terus-terusan memberikan bukti. Seharusnya, teori Bumi datarlah yang wajib memberikan bukti valid untuk menyanggah teori Bumi bulat.

Bahkan, sudah beberapa kali teori Bumi datar menantang sains, namun akhirnya gagal dengan sendirinya, seperti dicatat dalam laman Live Science. Ujung-ujungnya, teori ini hanya berkutat pada kesimpulan yang menjurus pada pseudosains, bahkan teori konspirasi.

Sebuah Teori Harus Bisa Diuji dan Bersiap untuk Gagal

Klaim tanpa adanya bukti, penelitian, hipotesis, dan kerangka model hanyalah klaim yang bersifat keyakinan pribadi. Sementara, sebuah teori sains harus dapat diuji kebenarannya. Jika teori tersebut dapat dipatahkan, teori sains yang baru akan digunakan sebagai pijakan ilmiah terbaru dan tervalid.

Sederhana dan tak berbelit-belit, bukan? Pengujian dan pembuktian ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya, sains tidak bisa berdiri hanya berdasarkan klaim sepihak tanpa adanya pembuktian dan uji empiris.

Nah, teori Bumi datar lebih terlihat hanya sebatas pada klaim tanpa didasarkan pada pembuktian dan pengujian empiris. Lemahnya bukti dan ketiadaan uji coba menjadikan teori Bumi datar hanya menjadi sebuah klaim pribadi yang tidak memiliki dasar-dasar empirisme yang jelas.

Itulah beberapa pertanyaan mendasar yang menjadi tantangan sains bagi teori Bumi datar. Bagaimana? Ada yang bisa menjawab tantangan tersebut?